GM Yakin Teknologi Kendaraan ke Jaringan Dapat Atasi Energi AI

AWAM Discover – General Motors (GM) baru-baru ini mengumumkan langkah-langkah penting terkait pengembangan baterai kendaraan listrik (EV), sistem penyimpanan energi, dan meningkatkan ketahanan jaringan listrik. Pengumuman ini berlangsung dalam sebuah acara di San Francisco, di tengah meningkatnya permintaan listrik yang diakibatkan oleh pusat data AI yang semakin banyak.

GM meluncurkan kapabilitas baru yang memungkinkan kendaraan listrik dan pelanggan energi rumahnya untuk mengirimkan energi kembali ke jaringan listrik. Perusahaan otomotif ini juga memperkenalkan strategi baru untuk sistem penyimpanan energi komersial yang didasarkan pada baterai natrium-ion yang baru dikembangkan, yang diarahkan untuk aplikasi skala industri pada jaringan listrik. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang langkah-langkah yang diambil oleh GM dan dampaknya terhadap industri energi.

Inovasi Energi dari Kendaraan Listrik

Saat ini, terdapat jutaan kendaraan listrik yang terparkir di sepanjang jalan di seluruh AS dengan kapasitas energi yang tersimpan dalam baterainya. Meskipun penjualan kendaraan listrik mungkin melambat, GM optimis bahwa utilitas publik akan tertarik untuk bekerja sama dengan produsen mobil dalam memanfaatkan baterai EV sebagai solusi potensial untuk krisis permintaan energi yang sedang terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari usaha GM untuk masuk ke pasar produksi dan penyimpanan energi yang bernilai miliaran dollar.

Menurut Sterling Anderson, kepala produk GM, visi masa depan perusahaan mencakup kolaborasi antara kendaraan listrik, baterai, dan jaringan listrik nasional. “Kami melihat masa depan di mana kendaraan listrik, baterai yang mempower mereka, dan jaringan listrik negara saling bekerja sama,” imbuh Anderson.

Kendaraan listrik memiliki keunikan dalam kemampuannya untuk mengalirkan energi kembali ke jaringan saat sedang mengisi daya. Banyak EV sudah dilengkapi dengan kapabilitas pengisian dua arah, yang memungkinkan aliran energi dua arah. Artinya, baterai lithium-ion berkapasitas tinggi ini tidak hanya digunakan untuk mempower kendaraan tetapi juga berfungsi sebagai cadangan penyimpanan untuk mengisi perangkat listrik lainnya, rumah secara keseluruhan, atau bahkan mengirim energi kembali ke jaringan listrik.

Implementasi Teknologi V2G

Menjawab tantangan tekanan yang diberikan oleh pusat data AI pada jaringan listrik, GM percaya bahwa ratusan EVnya dapat membantu meringankan beban tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa dengan kemampuan pengisian dua arah, EV dapat mengirim kembali energi ke jaringan listrik saat permintaan meningkat. Untuk itu, GM berencana untuk merilis pembaruan firmware yang akan memungkinkan pelanggan sistem kendaraan ke rumah (vehicle-to-home/V2H) mereka untuk mengirim kembali energi ke jaringan (vehicle-to-grid/V2G).

Saat ini, terdapat lebih dari 250.000 kendaraan Chevrolet, Cadillac, dan GMC yang mampu melakukan pengisian dua arah di AS, yang gabungan kapasitas baterainya cukup untuk menyediakan listrik bagi 120.000 rumah selama seminggu penuh. GM sudah menguji teori ini di dua negara bagian. Di California Utara, perusahaan ini bekerja sama dengan PG&E untuk mengembangkan armada lokal yang terdiri dari 52.000 EV sebagai bagian dari “protokol penyeimbangan jaringan” yang akan beroperasi pada tahun 2030. Di Michigan, GM juga bekerja sama dengan DTE Energy untuk menguji coba pengisian dua arah menggunakan rumah 30 karyawannya sebagai kasus nyata.

Anderson menjelaskan bahwa dengan memberikan fleksibilitas dalam sistem yang selama ini kaku, teknologi V2G dapat menurunkan biaya energi secara keseluruhan, menciptakan potensi keuntungan finansial bagi konsumen, dan meningkatkan keandalan sistemik dari jaringan yang lebih luas.

Pengembangan Baterai Natrium-ion

Di samping itu, GM juga mengumumkan kemitraan dengan Peak Energy yang berbasis di California untuk mengembangkan dan menerapkan kimia natrium-ion untuk sistem penyimpanan energi. Natrium dianggap sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan lithium dalam hal ketersediaan dan stabilitas. Bahan ini lebih mudah didapat dan tidak menghadapi risiko keselamatan yang sama dengan lithium yang dapat terbakar dalam keadaan tertentu. Baterai ini juga lebih baik dalam cuaca dingin dibandingkan baterai lithium-ion.

Meskipun GM menyatakan bahwa kimia natrium-ion cocok untuk penyimpanan energi komersial, itu tidak sepenuhnya cocok untuk EV karena menekankan “umur panjang, siklus yang tinggi dan efisiensi biaya.” GM juga berkolaborasi dengan Redwood Materials untuk membangun penyimpanan energi dari baterai yang diproduksi di AS dan “baterai tahap kedua” dari kendaraan GM.

Kesimpulan mengenai Perkembangan Berita Ini

Tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, GM kini memperluas bisnisnya ke berbagai proyek penyimpanan energi dan pengisian daya. Dengan peluncuran GM Energy pada tahun 2022, perusahaan ini bertujuan untuk bersaing dalam pasar energi rumah yang terus berkembang. Melalui produk-produk seperti pengisi daya EV rumah dan kit kendaraan-ke-rumah (V2H), GM berupaya memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi pelanggan individu tetapi juga untuk keberlanjutan jaringan energi secara keseluruhan. Langkah-langkah inovatif ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki EV dalam membantu menghadapi tantangan energi global yang semakin bertambah.

  • Mr Discovery

    Related Posts

    Pergerakan Teknologi: Eksekutif Microsoft Tinggalkan Azure, Xealth Punya CRO Pertama, Slalom Angkat Pemimpin Baru di NW Pasifik

    AWAM Discover – Marcus Fontoura, seorang teknis fellow di Microsoft, baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya setelah lebih dari setahun menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) untuk Azure Core. Selama masa…

    Ulasan Arturia MiniLab 37: Kelayakan Bermain dan Portabilitas

    AWAM Discover – MiniLab 37, alat MIDI terbaru dari Arturia, menjadi sorotan para musisi dan produser musik berkat ukuran kuncinya yang ideal. Dengan 37 kunci, alat ini menawarkan kenyamanan lebih…