AWAM Discover – Serangan drone terbesar Ukraina terhadap ibu kota Rusia, Moskow, terjadi pada Minggu malam, menghasilkan setidaknya empat korban jiwa, di mana tiga orang berasal dari wilayah Moskow dan satu dari wilayah Belgorod yang berbatasan dengan Ukraina. Laporan dari pejabat setempat menyebutkan bahwa serangan ini merupakan respons Ukraina terhadap serangan berat yang diluncurkan Rusia sebelumnya.
Dalam serangan ini, lebih dari 1.000 drone Ukraina dilaporkan berhasil diantisipasi oleh kementerian pertahanan Rusia selama 24 jam terakhir. Narasi ini mencerminkan eskalasi yang signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun antara kedua negara.
Reaksi Ukraina terhadap Serangan Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, menjanjikan tindakan balasan pada hari Jumat, setelah Rusia melancarkan serangan drone dan rudal terbesar terhadap Kyiv dalam dua hari. Menanggapi serangan tersebut, Zelenskiy mengunggah video di media sosial yang menunjukkan drone yang terbang dan asap hitam yang membubung tinggi saat pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Ia menekankan bahwa tindakan Ukraina dalam menghadapi serangan ini sepenuhnya dibenarkan.
Zelenskiy juga mengungkapkan bahwa Ukraina berhasil menyerang target lebih dari 500 kilometer dari perbatasan, meskipun ada pertahanan udara Rusia yang ketat di sekitar Moskow. “Kami dengan jelas memberitahu Rusia: negara mereka harus mengakhiri perang ini,” tegasnya.
Tuduhan Terhadap Ukraina dan Respons Rusia
Kementerian luar negeri Rusia menuduh Kyiv sebagai pihak yang sengaja menargetkan warga sipil. Maria Zakharova, juru bicara kementerian, menyebut serangan tersebut sebagai “serangan teroris massal” yang dilakukan oleh rezim Kyiv yang didanai oleh Uni Eropa. Kedua belah pihak dalam konflik ini sama-sama membantah melakukan serangan yang disengaja terhadap warga sipil, memperburuk ketegangan yang ada antara mereka.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina telah meningkatkan serangan drone ke dalam wilayah Rusia, bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur penting seperti kilang minyak, depot, dan pipa. Tindakan ini menunjukkan upaya kedua belah pihak untuk merusak kapasitas infrastruktur satu sama lain.
Dampak Serangan di Moskow
Walaupun terdapat penghadangan terhadap drone-drone tersebut, Walikota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan bahwa sebanyak 81 drone yang ditujukan untuk Moskow berhasil dihancurkan sejak tengah malam, menjadikan ini serangan terbesar dalam lebih dari satu tahun. Dalam insiden tersebut, 12 orang dilaporkan terluka, mayoritas di sekitar pintu masuk kilang minyak Moskow, meskipun teknologi di dalam kilang tersebut tidak rusak.
Gubernur wilayah Moskow, Andrei Vorobyov, mengonfirmasi bahwa seorang wanita tewas di Khimki, utara ibu kota, sementara dua pria lainnya kehilangan nyawa di desa Pogorelki di distrik Mytishchi. Selain itu, beberapa gedung tempat tinggal dan fasilitas infrastruktur juga mengalami kerusakan. Bandara Sheremetyevo, yang merupakan yang terbesar di Rusia, melaporkan bahwa puing-puing drone jatuh di wilayahnya tanpa menyebabkan kerusakan.
Kesimpulan dari Perkembangan Berita Ini
Serangan drone terbaru oleh Ukraina menjadi momen penting dalam konflik yang semakin memanas antara kedua negara. Dengan peluncuran serangan yang lebih signifikan dan respons dari kedua belah pihak, situasi di kawasan ini terus menjadi perhatian dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih jauh dari kata reda, dengan masing-masing pihak berkomitmen untuk mempertahankan posisi dan taktik mereka.
Dampak dari serangan ini tidak hanya terlihat dalam jumlah korban jiwa, tetapi juga dalam kerusakan infrastruktur yang meluas dan deteriorasi hubungan antara kedua negara. Seiring dengan berlanjutnya konflik dan serangan balas yang terus terjadi, masa depan kawasan ini tetap tidak pasti.
