AWAM Discover – Startup otomasi makanan Picnic yang berbasis di Seattle, yang berupaya merevolusi produksi pizza dengan teknologi robotik, telah menghentikan operasinya dan melikuidasi aset-asetnya. Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengalami kesulitan finansial yang serius, termasuk ketidakmampuan untuk membayar utang.
Menurut dokumen hukum dan email yang dikirim kepada kreditur dan investor, pada 11 Mei, Picnic melakukan Proses Penugasan Umum untuk Manfaat Kreditur. Proses ini memungkinkan perusahaan yang tidak mampu membayar utang untuk melikuidasi aset di luar kebangkrutan. CMBG Advisors Inc., sebuah perusahaan likuidasi yang berbasis di Santa Monica, California, ditunjuk untuk menangani proses penutupan perusahaan.
CMBG menyatakan dalam email bahwa mereka akan berupaya menjual semua aset perusahaan yang tersisa dan akan mendistribusikan hasil penjualan setelah biaya kepada kreditur. Menariknya, James Baer, pendiri dan presiden CMBG, mengungkapkan bahwa pembeli untuk aset-aset tersebut dan hak kekayaan intelektual Picnic telah ditemukan, meskipun ia menolak untuk mengungkapkan identitas pembeli atau harga jual.
### Pencapaian dan Tantangan Picnic
Picnic didirikan pada tahun 2016 oleh insinyur mekanik Garett Ochs. Sejak awal, perusahaan ini menjanjikan solusi untuk tantangan yang sering dihadapi industri makanan, yaitu tingginya biaya dan ketidakkonsistenan dalam persiapan makanan secara manual. Produk unggulan mereka, Picnic Pizza Station, memudahkan satu karyawan untuk memproduksi hingga 100 pizza ukuran 12 inci dengan otomatisasi pada proses penambahan topping. Inovasi ini ditujukan untuk operasi layanan makanan dengan volume tinggi yang berjuang dengan biaya tenaga kerja dan turnover karyawan.
Di masa jayanya, Picnic berhasil mengumpulkan sekitar $50 juta dalam pendanaan, dengan mendirikan kerjasama di berbagai lokasi, termasuk stadion, universitas, dan pengecer besar di seluruh negeri. Meskipun terus mencari dana dan pelanggan baru, perusahaan ini mengalami dampak signifikan akibat pandemi COVID-19, yang mengubah cara layanan makanan beroperasi.
### Perubahan Manajemen dan Penurunan Kinerja
Dengan bertambahnya tantangan finansial, pada tahun 2023, Picnic memiliki sekitar 100 karyawan, tetapi terpaksa melakukan pemangkasan karyawan dan mengganti pemimpin puncaknya. CEO Clayton Wood mengundurkan diri, dan Michael Bridges diangkat sebagai penggantinya. Meskipun Bridges berhasil menarik $5 juta dalam pendanaan baru, segala upaya tampaknya berjalan lambat dan tidak memuaskan.
Wood mengungkapkan bahwa perusahaan ini “terjepit” di antara era investasi yang melimpah pada tahun 2018-2019 dan penurunan yang drastis di pasar pada tahun 2022. Perusahaan terus berjuang meskipun ada penggantian manajemen dan strategi yang baru. Cita-cita memiliki rantai pizza otomatis yang berbasis pada model “hospitality-first” menjadi sulit dicapai.
### Pengalaman Pelanggan dan Dampak di Lapangan
Banyak pelaku industri makanan yang mengandalkan teknologi Picnic kini harus menghadapi konsekuensi dari penutupan tersebut. Sebagai contoh, Lee Kindell, pemilik Moto Pizza di Seattle, adalah salah satu pelanggan awal yang sangat antusias dengan solusi robotik ini. Setelah mendengar tentang masalah keuangan Picnic, Kindell bahkan berniat untuk membeli perusahaan tersebut.
Namun, saat Picnic ditutup, Kindell mendapati dirinya dengan mesin pizza senilai $250.000 yang kini tidak terpakai. Merasa terpaksa, ia pun memulai usahanya sendiri di bidang robotika yang berbeda. Ia bekerja sama dengan istitusi untuk mengembangkan mesin pizza buatan sendiri, menciptakan alternatif baru setelah kehilangan kepercayaan terhadap Picnic.
### Kesimpulan Mengenai Peristiwa Tersebut
Penutupan Picnic menggambarkan betapa volatile dan menantangnya industri teknologi makanan saat ini. Meski terdapat potensi besar dalam pemanfaatan teknologi untuk produksi makanan, tantangan finansial dan manajerial menjadi hambatan serius yang harus dihadapi banyak perusahaan. Langkah CMBG Advisors untuk melikuidasi aset-aset perusahaan menandakan akhir dari perjalanan panjang yang penuh ambisi dan inovasi, namun juga memperlihatkan pelajaran berharga tentang ketahanan dan adaptasi yang diperlukan dalam industri ini.
Kehilangan Picnic dapat memengaruhi berbagai pihak, termasuk pelanggan dan investor, serta menjadi pengingat akan pentingnya strategi bisnis yang tangguh di tengah perubahan pasar yang cepat.

