AWAM Discover – Kontroversi kembali melibatkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah ia mengunggah gambar yang dimanipulasi yang menunjukkan Presiden Barack Obama dan isterinya, Michelle Obama. Dalam gambar tersebut, keduanya terlihat melambaikan tangan sebelum naik ke pesawat Air Force One yang diberi cat grafiti. Unggahan ini datang beberapa bulan setelah postingan Trump sebelumnya yang mengandung unsur rasis terhadap pasangan tersebut.
Dalam gambar yang baru-baru ini muncul, Obama dan Michelle muncul tersenyum di depan pesawat presiden yang dicat biru muda dan putih. Grafiti yang tertera di pesawat termasuk slogan kampanye Demokrat seperti “Yes We Can,” “Obama,” dan singkatan dari Black Lives Matter (BLM). Selain itu, terdapat grafiti dalam bahasa Arab yang berbunyi “alhamdulillah,” yang berarti “puji Tuhan.”
Penggunaan grafiti ini dianggap sebagai pesan tersembunyi yang mengingatkan orang akan kejahatan dan dekadensi urban. Hal ini telah lama digunakan dalam pesan rasis yang ditujukan kepada orang kulit hitam.
Riwayat Kontroversi Trump
Trump dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam mengkritik secara pribadi pasangan Obama. Ini termasuk menyebarkan klaim bahwa Obama tidak lahir di Amerika Serikat dan menggunakan retorika yang terkadang bersifat rasis. Pada bulan Februari, Trump mengunggah gambar yang menunjukkan pasangan Obama diibaratkan sebagai primata di suatu hutan, yang kemudian dihapus setelah banyak mendapat kritik dari berbagai kalangan, termasuk pemimpin hak sipil dan senator dari Partai Republik. Meski begitu, Trump tidak meminta maaf dan mengklaim bahwa seorang staf telah bertanggung jawab atas unggahan tersebut.
Kali ini, gambar pesawat presiden menjadi topik sensitif, mengingat bahwa Trump baru-baru ini melakukan penerbangan perdananya menggunakan Air Force One yang baru, sebuah Boeing 747-800 yang direnovasi senilai 400 juta dolar yang diberikan oleh Qatar. Pesawat tersebut memiliki warna khas biru yang lebih gelap dengan garis merah dan emas, menggantikan warna biru muda yang selama ini digunakan.
Respons Terhadap Unggahan Trump
Merespons unggahan tersebut, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi, begitu juga dengan perwakilan dari keluarga Obama. Pasca unggahan ini, Trump juga mengunggah gambar lain yang menampilkan perpustakaan kepresidenan baru Obama di Chicago, di mana terlihat seolah-olah terdapat tumpukan sampah besar di atasnya.
Trump kemudian menyampaikan bahwa perpustakaan tersebut “akan menjadi ‘Mekah’ bagi mereka yang membenci Amerika” dalam salah satu unggahannya di media sosial.
Interaksi Trump dengan gambar dan ungkapan yang kontroversial terus menuai sorotan, terutama menjelang pertemuan dengan sekutu NATO di Turki. Unggahan Trump yang menunjukkan hubungan dekat dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, juga menimbulkan ketidakpuasan di kalangan pejabat Italia. Meloni menanggapi bahwa klaim Trump bahwa dirinya meminta foto bersamanya adalah “sepenuhnya dibesar-besarkan”.
Kesimpulan dan Catatan Akhir
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa kontroversi seputar Trump dan keluarga Obama masih belum padam. Unggahan Trump kali ini menimbulkan kembali pertanyaan tentang penggunaan retorika yang rasis dan bagaimana hal tersebut diterima di masyarakat. Seiring dengan perjalanan politiknya yang terus berlanjut, dampak dari setiap pernyataan dan tindakan Trump terus menjadi perhatian publik dan dapat mempengaruhi hubungan internasionalnya di tingkat yang lebih luas.

