AWAM Discover – Pertarungan antara dua petinju ternama, Ryan Garcia dan Conor Benn, akhirnya resmi dijadwalkan. Setelah beberapa bulan beredar kabar dan spekulasi, kedua petinju ini akan bertemu di ring pada tanggal 12 September, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Meksiko. Pertarungan ini akan berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, sebagai hasil kerjasama antara Golden Boy dan Zuffa Boxing yang merupakan pihak penyelenggara tunggal event ini.
Profil Petinju: Ryan Garcia dan Conor Benn
Ryan Garcia, yang berada di bawah naungan promotor Oscar De La Hoya, sangat antusias menjelang pertarungan ini. Garcia telah menunjukkan performa yang mengesankan dengan meraih gelar juara WBC kelas welter setelah mengalahkan Mario Barrios pada bulan Februari lalu. Kemenangan itu terasa penting sebagai kebangkitan setelah ia mengalami kekalahan mengejutkan dari Rolly Romero pada tahun sebelumnya. Dengan rekam jejak yang menentukan, Garcia bertekad untuk mempertahankan kemenangannya dan menambah koleksi gelarnya di tahun 2026.
Sebaliknya, Conor Benn juga bersiap untuk tampil maksimal. Petinju asal Inggris ini telah mengalami pasang surut dalam kariernya, di mana ia mengalami kekalahan pertamanya melawan Chris Eubank Jr. pada tahun 2025. Namun, Benn berhasil membalas kekalahannya dengan mengalahkan Eubank kembali pada bulan November dan baru-baru ini mengklaim kemenangan atas Regis Prograis melalui keputusan bulat pada bulan April. Dengan momentum yang didapat, Benn ingin melanjutkan tren positifnya dalam pertarungan menghadapi Garcia.
Keterlibatan dan Dynamiika Promotor
Pertarungan ini juga menarik perhatian karena merupakan kali pertama Dana White, CEO UFC, dan De La Hoya berkolaborasi sebagai promotor bersama. Kedua tokoh ini memiliki riwayat konflik terbuka, yang sering terlihat dari pernyataan-pernyataan mereka di media. Hubungan antara White dan De La Hoya semakin memburuk ketika De La Hoya mengkritik kerjasama White dalam pertarungan crossover antara Conor McGregor dan Floyd Mayweather pada tahun 2017.
Sebulan sebelum pengumuman ini, De La Hoya juga mengekspresikan keraguannya mengenai pertarungan Garcia dan Benn. Dalam komentarnya, De La Hoya menyebut bahwa banyak berita bohong beredar, dan dia belum menerima pendekatan resmi mengenai pertarungan ini. De La Hoya menambahkan bahwa kontrak telah disepakati sebelumnya untuk dua pertarungan Garcia di Arab Saudi, dan ia mempertanyakan kenapa Benn dipilih sebagai lawan berikutnya. Ia pun menyarankan bahwa seharusnya pertarungan dengan Devin Haney akan jauh lebih menarik bagi penggemar.
Tantangan dan Persaingan dalam Dunia Tinju
Menariknya, pertarungan ini juga akan berlangsung pada malam yang sama dengan acara tahunan UFC, Noche UFC, yang merayakan Hari Kemerdekaan Meksiko. Hal ini menimbulkan dilema bagi pihak penyelenggara dan penggemar karena kedua event tersebut akan berbagi perhatian di malam yang sama. Noche UFC akan diselenggarakan di Glendale, Arizona, dan tidak dapat diabaikan bahwa acara ini memiliki daya tarik besar, khususnya di kalangan penggemar MMA.
Tantangan yang dihadapi oleh setiap promotor adalah menarik perhatian penonton. Mengingat kedua acara berlangsung bersamaan, para penggemar tinju dan MMA akan dihadapkan pada pilihan sulit antara mengikuti pertarungan Garcia-Benn atau menghadiri Noche UFC.
Kesimpulan Mengenai Perkembangan Berita Ini
Pertarungan antara Ryan Garcia dan Conor Benn diharapkan menjadi salah satu momen bersejarah dalam dunia tinju, terutama karena latar belakang dan persaingan yang kental antara kedua promotor. Seiring dengan semakin dekatnya tanggal pertarungan, banyak harapan ditumpukan pada kedua petarung untuk memberikan pertunjukan terbaik yang dapat memuaskan penggemar tinju di seluruh dunia. Dengan segala dinamika yang ada, pertarungan ini berpotensi memberikan dampak besar tidak hanya bagi karier masing-masing petinju, tetapi juga bagi industri olahraga tinju secara keseluruhan. Event ini layak untuk ditunggu, dan akan menjadi indikasi bagaimana dunia tinju akan berkembang ke depan.

