AWAM Discover – Musim panas merupakan waktu yang biasa dinanti untuk menikmati beragam kelezatan makanan segar seperti buah beri dan sayuran hijau. Namun, saat ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi produk segar. Sebuah parasit bernama Cyclospora yang dapat mencemari sayuran dan buah-buahan mentah sedang menjadi perhatian di beberapa negara bagian, karena menyebabkan penyakit diare yang cukup parah dan berkepanjangan.
### Meningkatnya Kasus Cyclosporiasis
Michigan, yang biasanya melaporkan sekitar 50 kasus infeksi cyclosporiasis dalam setahun, mencatat hampir 600 kasus hingga tanggal 4 Juli, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan negara bagian tersebut. Di sisi lain, negara bagian New York, di luar Kota New York, telah mencatat 107 kasus sejak 1 Mei. Biasanya, negara bagian ini melaporkan antara 500 hingga 700 kasus setiap tahun. Melihat tren ini, penting bagi konsumen untuk lebih waspada terhadap kebersihan dan pengolahan makanan.
Menyusul lonjakan kasus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan bahwa jumlah kasus biasanya meningkat selama musim panas. Secara keseluruhan, 145 kasus telah dilaporkan dari 17 negara bagian antara 1 Mei dan 16 Juni, dan setidaknya 20 orang di antaranya dirawat di rumah sakit. Sayangnya, kasus-kasus terbaru dari Michigan tidak termasuk dalam total yang dilaporkan oleh CDC.
### Penyelidikan dan Sumber Infeksi
Meskipun terdapat peningkatan kasus yang signifikan, pejabat kesehatan federal dan negara bagian menegaskan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan adanya wabah Cyclosporiasis multistate yang menghubungkan semua kasus tersebut. Penyelidikan untuk mengidentifikasi kemungkinan kluster dan sumber infeksi masih berlangsung.
Cyclosporiasis disebabkan oleh parasit satu sel yang biasanya ditemukan dalam tinja manusia. Parasit ini dapat mencemari makanan ketika air yang tercemar tinja digunakan untuk menyirami tanaman. Setibanya di tanaman, dalam lingkungan lembap seperti ladang, parasit ini mulai berkembang biak. Menurut Dr. David Freedman, profesor emeritus penyakit menular di Universitas Alabama di Birmingham, masalah ini juga sering terjadi pada para pelancong, meskipun kasus saat ini yang sedang diselidiki tidak ada yang melaporkan perjalanan dalam dua minggu sebelum jatuh sakit.
### Makanan yang Rentan Terkontaminasi
Meskipun tidak ada makanan spesifik yang ditemukan menjadi penyebab wabah saat ini, Dr. Freedman menjelaskan bahwa ada dua kategori produk yang sering terkait dengan wabah ini. Pertama adalah kategori yang dia sebut “basil dan rempah”, yang mencakup cilantro, basil, dan tanaman lain yang biasa digunakan dalam salad atau sebagai hiasan. Kategori kedua adalah buah beri segar, yang meliputi stroberi, blueberry, dan melon.
Parasit ini dapat dihancurkan oleh panas, sehingga memasak makanan biasanya menyelesaikan masalah ini. Di tengah cuaca panas dan tren mengurangi pemakaian kompor, parasit ini mendapatkan kesempatan untuk menyebar. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencuci bersih semua produk segar sebelum mengonsumsinya. Menurut Freedman, mencuci buah dan sayuran dengan air yang cukup dapat membantu menghilangkan organisme berbahaya tersebut.
### Cara Menghindari Infeksi
Untuk mencegah infeksi, tidak hanya mencuci produk segar yang harus dilakukan, tetapi juga penting untuk menjaga kebersihan tangan dan permukaan dapur. Menggunakan pemutih tidak akan membunuh parasit ini, sehingga penggunaan tisu pembersih yang mengandung Clorox tidak dianjurkan. Langkah terbaik adalah mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh, diikuti dengan penggunaan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
Gejala utama infeksi ini termasuk diare berair yang sering, kehilangan nafsu makan, dan demam ringan yang dapat muncul antara dua hingga 14 hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Jika seseorang mengalami gejala yang parah, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Dr. Freedman juga menekankan pentingnya menjaga hidrasi dan mengganti elektrolit melalui minuman seperti Gatorade atau Pedialyte.
### Kesimpulan dan Catatan Akhir
Dalam menghadapi peningkatan kasus Cyclosporiasis, langkah pencegahan yang ketat diperlukan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Konsumen diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengolah dan mengonsumsi makanan segar, serta memastikan kebersihan tangan dan permukaan tempat makanan disiapkan. Kesadaran akan tata cara pembersihan yang tepat dapat membantu menekan penyebaran parasit ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

