AWAM Discover – Emisi karbon Amazon mengalami lonjakan sebesar 16% pada tahun lalu, setelah bertahun-tahun stagnasi. Pada tahun 2025, perusahaan ini mencatat hampir 80,9 juta metrik ton setara karbon dioksida, angka yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan emisi yang dikeluarkan oleh negara Selandia Baru. Laporan tersebut menyoroti kekhawatiran mengenai jejak karbon yang semakin meningkat, meskipun Amazon tetap berkomitmen untuk mencapai net-zero emisi karbon pada tahun 2040.
Laporan Keberlanjutan Terbaru
Dalam laporan keberlanjutan terbarunya, Amazon merinci dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas operasionalnya, termasuk penggunaan energi, jejak karbon, serta dampak pemanfaatan air. Laporan ini merupakan upaya perusahaan untuk memberikan transparansi terhadap kontribusi terhadap perubahan iklim dan respons terhadap tuntutan publik yang semakin meningkat terkait keberlanjutan.
Sejak 2019, Amazon untuk pertama kalinya mengalami peningkatan dalam “intensitas karbon”, yang merupakan ukuran emisi karbon relatif terhadap tiap dolar yang dihasilkan. Peningkatan ini menandakan tantangan bagi perusahaan dalam memisahkan pertumbuhan bisnis dari imbas terhadap lingkungan.
Tantangan Emisi Karbon dan Terobosan yang Dicapai
Meskipun emisi meningkat, Amazon tetap bersikukuh melanjutkan upaya mencapai net-zero emisi karbon. Kara Hurst, Kepala Keberlanjutan Amazon, menyatakan keyakinannya terhadap visi jangka panjang perusahaan dalam mengatasi tantangan iklim. Dalam laporan tersebut, Amazon menyoroti berbagai pencapaian, antara lain:
Efisiensi Pusat Data
Pusat data milik Amazon tercatat 9% lebih efisien dibandingkan rata-rata cloud publik, dan 30% lebih efisien dibandingkan pusat data lokal dalam hal penggunaan energi. Hal ini menjadi penting mengingat permintaan yang terus meningkat untuk kapasitas komputasi AI.
Penggunaan Energi Bersih
Selama tiga tahun berturut-turut, Amazon berhasil mensejajarkan penggunaan listrik di seluruh perusahaan dengan energi bersih yang setara, meski masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk sebagian dari kebutuhan energinya.
Armada Kendaraan Listrik
Amazon memiliki armada kendaraan listrik terbesar di Amerika Utara, dengan lebih dari 52.700 van pengiriman di seluruh dunia. Perusahaan ini sedang berupaya memenuhi target 100.000 kendaraan listrik pada tahun 2030.
Dampak dan Tanggapan Terhadap Komitmen Keberlanjutan
Komitmen Amazon dalam Pledge Iklim, yang mengajak organisasi lain untuk berkomitmen pada net-zero emisi karbon pada tahun 2040, telah mendapatkan tambahan 107 penandatangan baru. Kini, jumlah total penandatangan mencapai 656. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perusahaan terhadap pentingnya keberlanjutan, meskipun tantangan tetap ada.
Namun, investasi yang pesat dalam pembangunan pusat data mengindikasikan bahwa jalan menuju pengurangan emisi masih terjal. CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut memperkirakan pengeluaran modal mencapai rekor $200 miliar tahun ini, termasuk untuk teknologi AI dan robotika.
Reaksi terhadap investasi tersebut tidak selalu positif. Beberapa anggota Amazon Employees for Climate Justice telah menyuarakan keberatan mengenai meningkatnya emisi dan mendesak perusahaan untuk mengadopsi standar energi terbarukan yang lebih ketat, terutama dalam proyek pusat data.
Kesimpulan dari Perkembangan Berita Ini
Amazon menghadapi tantangan besar dalam menurunkan jejak karbonnya di tengah peningkatan permintaan akan kapasitas komputasi, terutama dari teknologi AI. Meskipun laporan keberlanjutan mengindikasikan beberapa kemajuan, peningkatan emisi karbon menjadi titik perhatian yang tidak bisa diabaikan. Dengan komitmen untuk mencapai net-zero emisi pada tahun 2040, Amazon harus mengambil langkah nyata dan efektif agar visi tersebut dapat terwujud, sambil tetap menghadirkan transparansi dan akuntabilitas kepada publik. Perkembangan ini menjadi sorotan bagi industri dan masyarakat untuk terus memantau upaya perusahaan dalam mencapai keberlanjutan yang lebih baik.

