AWAM Discover – Dua peneliti, Mary Brunkow dan Fred Ramsdell, baru saja dianugerahi Nobel dalam bidang Fisiologi atau Kedokteran berkat kontribusi penting mereka dalam penelitian imunologi. Penemuan mereka yang signifikan berkaitan dengan pemahaman tentang sel T regulator, yang berperan penting dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh manusia. Penelitian ini berakar dari sebuah perusahaan bioteknologi yang hampir terlupakan di wilayah Seattle, yaitu Darwin Molecular, yang didirikan pada tahun 1992 dan didukung oleh pendiri Microsoft.
Sejarah Perusahaan Bioteknologi Darwin Molecular
Darwin Molecular dimulai pada awal 1990-an, saat proyek genom manusia mulai bergerak maju dalam pemetaan kode DNA manusia. Mary Brunkow dan Fred Ramsdell bergabung dengan perusahaan ini dua tahun setelah pendiriannya. Pada saat itu, Bill Gates dan Paul Allen turut menjadi investor dalam perusahaan yang berlokasi di Bothell, Washington ini. Tim Darwin Molecular juga melibatkan biologist ternama, Lee Hood, yang berperan dalam menjelaskan tantangan yang dihadapi saat itu.
“Ketika perusahaan ini mulai beroperasi, belum ada genom lengkap yang dapat dijadikan rujukan. Kami harus memulainya dari awal, dan ini merupakan tugas yang sangat menantang,” ungkap Hood dalam sebuah acara yang diadakan di Institute for Systems Biology (ISB), tempat Brunkow menjabat sebagai manajer program senior.
Pencapaian Penelitian dalam Imunologi
Brunkow menceritakan pengalaman mengesankan saat bergabung dengan perusahaan bioteknologi, mengungkapkan rasa antusiasme hingga ia mendapatkan peluang tersebut. “Kami membentuk tim yang hebat di perusahaan kecil ini, di mana kami diberikan kebebasan untuk mencoba berbagai hal,” katanya.
Dalam penelitiannya, Brunkow fokus pada sebuah penyakit autoimun yang mematikan pada tikus, memulai program genetika untuk mengembangbiakkan tikus tersebut dan mengisolasi mutasi. Melalui analisis urutan DNA, timnya berhasil mengidentifikasi gen yang bernama FOXP3, serta menemukan kesalahan genetik yang menyebabkan fungsinya tidak berjalan dengan semestinya.
Ramsdell, di sisi lain, mengarahkan timnya untuk mempelajari biologi sel dan operasi sistem kekebalan tubuh pada tikus yang memiliki mutasi tersebut. Proses isolasi gen memberikan jalan bagi mereka untuk mengeksplorasi hipotesis baru tentang fungsi seluler FOXP3.
Dampak Penemuan FOXP3
Brunkow, Ramsdell, dan Shimon Sakaguchi dari Universitas Osaka di Jepang menerima pengakuan Nobel atas identifikasi sel T regulator, yang dikenal sebagai “penjaga keamanan sistem kekebalan.” Sel-sel ini memiliki peran kunci dalam mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang target yang salah, yang jika dikelola dengan buruk dapat menyebabkan penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, sklerosis ganda, dan lupus.
Penelitian mereka juga mengungkap bahwa mutasi pada versi manusia dari gen FOXP3 dapat menyebabkan penyakit autoimun langka yang dikenal sebagai IPEX. Jim Heath, Presiden ISB, menyatakan bahwa FOXP3 merupakan “penanda khas” dari sel T regulator yang memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek kesehatan dan penyakit manusia.
Saat ini, Ramsdell menjabat sebagai pendiri dan ketua dewan penasihat ilmiah di Sonoma Biotherapeutics, sebuah perusahaan yang juga memiliki fasilitas R&D di Seattle.
Perkembangan Lanjutan dan Penutupan R&D di Washington
Darwin Molecular diakuisisi pada tahun 1996 oleh Chiroscience Group yang berbasis di London. Tiga tahun setelahnya, Chiroscience bergabung dengan perusahaan Inggris lainnya, Celltech. Namun, sayangnya, operasional R&D di Washington ditutup pada tahun 2004, ketika Brunkow dan Ramsdell meninggalkan perusahaan tersebut.
Brunkow menyatakan bahwa pengalaman di Darwin Molecular adalah masa yang luar biasa. “Saya hingga kini percaya bahwa kami melakukan sesuatu yang sangat penting di bidang ini,” ungkapnya. Penemuan yang mereka capai terus memberikan pengaruh yang besar dalam penelitian medis dan pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh manusia.
Kesimpulan dari Perkembangan Berita Ini
Berita mengenai pemberian Nobel kepada Mary Brunkow dan Fred Ramsdell mengangkat kembali keberadaan Darwin Molecular, sebuah perusahaan bioteknologi kecil yang memberikan kontribusi besar bagi ilmu imunologi. Penemuan tentang sel T regulator dan gen FOXP3 terus berpengaruh dalam perkembangan penelitian kesehatan dan terapi untuk penyakit autoimun. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi peneliti yang terlibat, tetapi juga memberikan harapan bagi banyak pasien dengan penyakit autoimun di seluruh dunia.

