Amazon Dan Microsoft Dukung Nonprofit Bantu Pekerja Di Era AI

AWAM Discover – Amazon, Microsoft, dan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka lainnya baru-baru ini meluncurkan organisasi baru yang bersifat nonpartisan, bertujuan membantu pekerja Amerika dalam menghadapi transisi menuju ekonomi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Organisasi yang dinamakan RAISE US ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi pekerja yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi AI, baik yang kehilangan pekerjaan maupun yang perlu meningkatkan keterampilan mereka.

RAISE US, yang diluncurkan pada Kamis lalu, bertujuan untuk bekerja sama dengan gubernur, pengusaha, dan lembaga pelatihan guna melatih kembali pekerja yang terkena dampak oleh perubahan industri tersebut. Organisasi ini menargetkan penggalangan dana sebesar $1 miliar, dengan lebih dari separuh jumlah tersebut telah berhasil diperoleh. Kepemimpinan RAISE US dipegang oleh mantan Sekretaris Perdagangan AS, Gina Raimondo, yang menjabat sebagai CEO, dan mantan Gubernur Indiana, Eric Holcomb, yang berfungsi sebagai ketua bersama. Mereka menekankan bahwa inisiatif ini bersifat bipartisan, berusaha untuk melibatkan semua pihak.

Gina Raimondo menyatakan bahwa keberhasilan dalam pengembangan sistem AI terkemuka tidak akan berarti apa-apa jika jutaan warga Amerika ditinggalkan dalam proses tersebut. Ia percaya bahwa meskipun seiring waktu AI akan menciptakan kesempatan kerja dan industri baru, transisi yang sedang berlangsung juga dapat menimbulkan tantangan besar. Hal ini diperkuat oleh laporan yang menunjukkan meningkatnya kekhawatiran di kalangan pekerja dan fresh graduate terkait dampak AI terhadap lapangan kerja.

Dukungan dari Perusahaan Besar

RAISE US diakui oleh beberapa perusahaan besar, termasuk Amazon, Anthropic, Microsoft, dan OpenAI Foundation sebagai mitra utama. Selain itu, terdapat lebih dari dua puluh perusahaan dan lembaga filantropi lainnya yang berpartisipasi, seperti IBM, Cisco, General Motors, Mastercard, dan Yayasan Rockefeller. Dalam tahap awal, RAISE US telah menjalin kemitraan dengan beberapa negara bagian seperti Arkansas, Connecticut, Maryland, dan Utah.

Peluncuran ini di tengah suasana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sektor teknologi, di mana banyak perusahaan mengurangi jumlah karyawan sejak tahun lalu. Sebagai contoh, Meta mengungkapkan bahwa AI telah berkontribusi dalam pengurangan jumlah pekerja di Washington. CEO Amazon, Andy Jassy, menjelaskan bahwa kebijakan pemutusan hubungan kerja yang masif lebih berkaitan dengan perbaikan budaya perusahaan ketimbang dampak langsung dari AI.

Investasi dalam Keterampilan Pekerja

Dalam sebuah tulisan di blog pada hari peluncuran, David Zapolsky, Chief Global Affairs & Legal Officer Amazon, mengingatkan pentingnya investasi pada pekerja seiring dengan perkembangan teknologi. Ia menekankan bahwa pergeseran menuju ekonomi yang didorong oleh AI akan membuka peluang besar, tetapi hanya jika investasi dalam pengembangan keterampilan dilakukan segera. Zapolsky merujuk pada program Career Choice di Amazon yang telah membantu lebih dari 300.000 pekerja meraih gelar dan sertifikat selama 14 tahun terakhir. Selain itu, ada komitmen lebih luas senilai $2,5 miliar untuk pelatihan keterampilan melalui inisiatif Future Ready 2030.

Microsoft juga menunjukkan langkah konkret dalam mendukung transisi pekerja melalui program percobaan yang telah mereka jalankan. Perusahaan ini melakukan cross-training untuk para pengacara entry-level dengan memberikan keterampilan AI agar mereka dapat dipindahkan ke posisi baru yang diperlukan seiring dengan perubahan teknologi. Brad Smith, Presiden Microsoft, menekankan bahwa inisiatif ini memberikan kesempatan untuk memindahkan pekerja dari pekerjaan yang dihapus ke pekerjaan yang baru diciptakan.

Kesimpulan Mengenai Peristiwa Tersebut

Dengan peluncuran RAISE US, harapan baru muncul bagi pekerja yang akan terpengaruh oleh perkembangan AI. Organisasi ini tidak hanya bertujuan untuk membantu mendidik dan melatih kembali pekerja, tetapi juga untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak di tingkat negara bagian dan perusahaan. Menyusul ketidakpastian yang terjadi di industri teknologi pasca-pandemi, inisiatif ini menunjukkan adanya perhatian global terhadap tantangan dan peluang yang dihadapi oleh tenaga kerja. Keberhasilan RAISE US dalam mencapai tujuannya akan sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pekerja di era digital yang terus berkembang.

  • Mr Discovery

    Related Posts

    OpenAI Luncurkan Keyboard Rp3,500.000 Di Tengah Sengketa Hukum

    AWAM Discover – OpenAI, perusahaan teknologi yang dikenal dengan kecerdasan buatan canggihnya, resmi memasuki pasar perangkat keras melalui peluncuran keyboard bernama Codex Micro. Keyboard ini dijual dengan harga $230 dan…

    Google dan Epic Menyerah, Toko Aplikasi Android Pihak Ketiga Datang

    AWAM Discover – Epic Games dan Google telah secara bersama-sama menarik kembali upaya mereka untuk menyelesaikan gugatan yang mengubah cara kerja toko aplikasi Android di Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan…